Rabu, 15 Agustus 2012

Madu atau Racun

Madu / Honey - Bahaya Madu Bagi Kesehatan Manusia


Ingat lagu "Madu atau Racun " ? 
Siapapun yang membaca judul artikel ini tentu akan mengernyitkan dahi dan berpikir mana ada madu yang berbahaya bagi kesehatan manusia ? Omong kosong apa lagi ini ???
Ternyata, bahwa madu memang bermanfaat besar bagi kesehatan manusia, namun juga ada hal hal yang tidak kita ketahui yang berbahaya bagi kesehatan kita, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Ada apa gerangan dalam kandungan madu yang tidak kita ketahui, yang berbahaya bagi kesehatan manusia?

Pernah dengar tentang keracunan akibat racun dari bakteri Clostridium botulinum ? Yaitu suatu bakteri yang terbentuk dalam makanan kalengan yang telah melewati masa kadaluarsa atau expiration date nya, Tampak luar kemasan kaleng itu melembung karena didalamnya terisi gas yang dibentuk oleh bakteri Clostridium botulinum ini. Dan kalau kita tetap mengkonsumsi makanan dalam kaleng tersebut, maka kita akan keracunan hingga meningggal. Hal ini disebut botulism atau keracunan racun Clostridium botulinum.

Ternyata dalam madu alamiah yang belum diproses dengan baik, misalnya dengan penyinaran atau radiasi sinar gamma untuk mematikan bakteri dan spora bakteri berbahaya, antara lain spora dari bakteri Clostridium botulinum ini, maka kalau madu ini diberikan untuk bayi, karena sistim pencernaan bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa, maka bayi tersebut akan terkena gejalah keracunan botulism ini. namun bila ini diberikan untuk anak yang lebih besar atau orang dewasa, maka spora ni dapat  dimatikan oleh cairan asam lambung yang terbentuk sewaktu kita mencernakan makanan.

Untuk menghilangkan spora dan bakteri yang berbahaya, maka madu alamiah ini harus diproses terlebih dahulu, misalnya dengan penyinaran atau radiasi sinar gamma. radiasi ini tidak mempengaruhi efek antibakteri madu dan proses pembentukan H2O2 (hidrogen peroksida) yang berefek antibakteri dan efek antiseptik.
Kasus bayi keracunan botulism (infantile botulism) pernah dilaporkan di Inggris sebanyak 6 kasus antara tahun 1976 dan 2006, dan Amerika lebih banyak laporan tentang kejadian ini yaitu sekitar 1.9 per 100.000 bayi hidup.

Madu Racun dan tanda tanda keracunan


Dari mana asal racun tersebut ?
Ada beberapa jenis nektar bunga yang bersifat racun bagi manusia namun tidak berefek apapun untuk lebah. Bila kita mengkonsumsi madu racun ini, maka akan timbul gejalah rangsangan psikoaktif dan gejalah fisik lain seperti pusing, rasa lemah, keringat berlebihan, rasa mual, dan muntah. Yang lebih jarang terjadi, tekanan darah rendah, shock, gangguan irama jantung, dan kejang-kejang, dan beberapa kasus berat bisa hingga meninggal.

Bunga yang nektarnya dikenal berefek racun bagi manusia adalah :  

oleanders, rhododendrons, mountain laurels, sheep laurel dan azales, juga beberapa jenis bunga yang lain. 

 

Misalnya madu dari nektar bunga Andromeda yang mengandung grayanotoxin dapat menyebabkan kelumpuhan anggota gerak badan hingga kelumpuhan otot pernafasan dan otot sekat rongga dada atau diaphragma, orang tersebut tidak mampu bernafas dan meninggal. 

Juga pernah dilaporkan adanya madu yang mengandung candu yang ditemukan didaerah dimana banyak tanaman candu (narcotic opium honey), lebah mengumpulkan nektar bunga candu (poppy flower) dan membuat madu yang mengandung unsur narkotik !

Bunga yang berefek racun pada manusia ini banyak ditemukan di New Zealand, Amerika, Brasil, Meksiko, Hongaria 


Bunga rhododendron ponticum (Source: Wikipedia International)
 
Dalam sejarah kerajaan Romawi Kuno, pernah dicatat kasus keracunan masal madu beracun pada serdadu Romawi yang sedang berperang melawan Turky.  
Pada abad 1 Sebelum Masehi, serdadu Romawi dibawah pimpinan Pompey Yang Agung (Pompey The Great) pernah mengalami keracunan madu sewaktu mereka sedang menyerang kota Heptakometes di Turky, serdadu Romawi menjadi tidak sadar dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi madu beracun, dan pasukan Pompey Yang Agung dikalahkan dengan mudah oleh pasukan Turky berkat pertolongan madu beracun ini ! 

Madu ber alkohol 

Meskipun madu tidak dibuat dari nektar bunga beracun, namun madu masih difermentasikan oleh proses fermentasi alamiah oleh matahari dan menghasilkan ethanol yang juga berefek jelek bagi manusia.
Misalnya pernah dilaporkan oleh B.D Kettlewellh tahun 1945, yang melaporkan menemukan seekor burung yang tidak mampu lagi terbang secara normal karena telah minum madu yang telah mengalami proses fermentasi oleh sinar matahari di Pretoria, Transval , Afrika Selatan. 

Kesimpulan 

 

- Jangan takut atau cemas mengkonsumsi madu alamiah karena telah di proses sebelumnya untuk menghindari adanya kontaminasi mikro-organisme dan spora bakteri sepert Clostridium botulinum yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama untuk bayi dan anak anak yang masih berusia muda.

- Sterilsasi madu biasanya dilakukan dengan proses penyinaran atau radiasi dengan sinar gamma, yang mematikan spora Clostridium botulinum, namun tidak mempengaruhi efek anti bakteri dan efek antiseptik madu secara keseluruhan, sehingga madu yang telah mengalami proses radiasi sinar gamma tetap bisa digunakan untuk perawatan luka  bakar, luka diabetes dan tujuaan antiseptik lainnya

- Bila setelah mengkonsumsi madu, terutama madu yang kita beli dari sumber yang tidak kita ketahui dan timbul gejalah-gejalah seperti yang disebutkan diatas, segeralah mencari bantuan tenaga kesehatan atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan seperlunya.

- Sampai saat ini laporan kejadian keracunan akibat madu beracun masih sangat sedikit, hanya beberapa kasus di New Zealand dan lebih banyak di Amerika, ini karena mengkonsumsi madu asli alamiah yang belum dilakukan proses pemurnian atau sterilisasi sebelumnya.

- Madu adalah zat gizi sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia, namun madu bukan obat yang bisa mengobati segala macam penyakit dan gangguan kesehatan manusia, sehingga jangan sampai timbul yang disebut "Honey Abused", sehingga beranggapan bahwa semua penyakit dan gangguan kesehatan bisa diobati dengan madu !

- Madu adalah suplement makanan kesehatan namun bukan obat, madu bisa membantu dan mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan status kesehatan kita bagi yang menderita penyakit, dan untuk penyembuhan penyakitnya tetap kita harus mendapatkan pengobatan yang tepat dan benar dari pihak yang kompeten, misalnya tenaga kesehatan seperti dokter.

  









 
 
 

Rabu, 08 Agustus 2012

Bentuk Fisik dan Zat Kandungan Madu

Manfaat dan Rahasia Madu - Bentuk Fisik dan Komposisi Zat Kandungan Madu

Tampilan fisik madu yang satu dengan jenis yang lain berbeda, tergantung jenis bunga yang dipergunakan untuk membuat madu, temperatur, proporsi gula spesifik untuk jenis madu. Madu yang belum diolah adalah larutan jenuh yang mengandung gula lebih banyak daripada kemampuan air untuk melarutkan gula tersebut. Dalam suhu kamar, madu adalah larutan yang mengandung glukosa yang akan menjadi bentuk granule sehingga membentuk larutan yang kental

Titik cair Madu

Titik cair madu adalah antara 40 hingga 50°C (antara 104 - 122  °F) tergantung komposisi madu tersebut.Dibawah temperatur ini madu akan berbentuk larutan, proses pembentukan kristal tergantung perbandingan jumlah kandungan fruktosa dan glukosa dan kandungan dextrin. Dibawah 5 °C maka madu tidak akan terbentuk kristal, sehingga tekstur asli dan cita rasa madu akan dipertahankan seperti aslinya. Sehingga kita dianjurkan menyimpan madu pada suhu < 5 °C  ini yang bisa kita peroleh dalam lemari pendingin biasa.

 

Pengaruh Madu Terhadap Spektrum Cahaya  

Kemampuan madu mempengaruhi spektrum cahaya dipergunakn untuk menganalisa jenis dan mutu madu. Kandungan air yang berbeda-beda akan menghasilkan indeks refraksi yang berbeda, sehingga kandungan air dalam madu bisa dengan mudah diukur dengan alat refraktometer. Sehingga indeks refraksi madu akan berkisar antara 1.504 pada kelembaban udara 13% menuju ke 1.474 pada kelembaban udara 25%.
Madu juga mempeunyai efek polarisasi cahaya, gulla fruktosa akan memberikn rotasi negatif sedangkan glukosa akan memberikan hasil  rotasi yang positif. Sehingga keseluruhan hasil rotasi cahaya ini bisa dipakai untuk mengukur komposis kandungan gula fruktosa dan glukosa dari suatu larutan madu.

 

Kemampuan Hygroskopik Madu

Satu hal lagi yang tiidak kita ketahui adalah kemampuan madu menyerap air dari udara, seperti halnua garam yang memiliki kemampuan menyerap kandungan air dari udara, ini yang disebut kemampuan hygroskopis. Jumlah air yang diserap oleh larutan madu sangat tergantung dari kelembaban udara sekitarnya. Untuk menjaga mutu, maka madu harus disimpan dalam tempat yang tertutup rapat untuk mencegah efek hygroskopik dan peragian madu.

 

Efek Karamelisasi Madu

Seperti kandungan gula yang lain, bila dipanaskan madu akan mengalami efek karamelisasi karena frukosta, sedangkan warna coklat yang terbentuk karena kandungan protein melanoidins. 
Namun efek karamelisasi madu ini juga bisa terjadi pada suhu kamar, pada madu yang kita simpan ddalam suhu kamar, maka lama kelamaan akan tampak perubahan warna madu dari kuning keemasan menjadi berwarna lebih gelap akibat efek karamelisasi ini, sehingga warna madu yang kita simpan menjadi tidak menarik lagi. Untuk mencegah dan melambatkan efek karamelisasi, maka madu harus disimpan pada suhu rendah seperti dibawah 5 °C

Pengaruh Suhu Pada Saat Mencairkan Kristal Madu

Tidak seperti larutan lain, madu bukan penghantar panas yang baik, sehingga untuk 
melarutkan madu yang telah membentuk kristal diperlukan waktu yang lebih banyak, 
misalnya untuk mencairkan madu seberat 20 kg pada suhu 40°C diperlukan waktu 
hampir 24 jam, kalau untuk 50 kg kristal madu maka diperlukan waktu hampir dua kali 
lipatnya. Namun bila suhu dinaikkan menjadi  50 °C hanya diperlukan waktu separuhnya.
Hanya saja dengan suhu yng lebih tingggi akan banyak merusak kandungan zat dan 
nutrient dalam madu, sehingga selalu diuasahan pencairan madu yang mengkristal ini 
dengan suhu yang serendah mungkin dengan waktu pemanasan yang sesingkat mungkin.

 

Kandungan Asam Dalam Madu 

Madu mempunyai derajat keasaman /pH antara 3.4 hingga 6.1. Madu mengandung banyak 
jenis asam baik yang asam organik juga dari asam amino. Jumlah dan jenis asam ini 
berbeda tergantung dari jenis madunya. Sifat asam madu ini menghambat pertumbuhan bakteri.  
Jenis asam organik bisa berupa asam aromatik dan asam aliphatik (non aromatik), 
asam aliphatik bergabungandengan zat lain, misalnya asam glukonate, akan mempengaruhi 
cita rasa madu. Madu biasanya mengandung 18 hingga 20 jenis asam amino dalam jumlah 
yang sangat minimal sehingga hampir bisa diabaikan yaitu sekitar 0.05–0.1% dalam komosisi madu.Kandungan utama asam amino yaitu proline.

Madu juga mengandung0.17 - 1.17% asam organik, terutama terdiri dari asam glukonat yang
terjadi karena reaksi enzimatik glukosa, lalu dalam jumlah yang sedikit adalah asam formiat, asam asetat,asam butirat,asam sitrat, asam laktat,asam maleat,asam piroglutamat, asam propionat,asam valerat,asam kaprionat,asam palmitat, dan asam suksinat.

Semoga dengan bahasan singkat ini akan membberikan kepada kita pengertian dan pengetahuan
tentang madu, jenis madu dan kualitas madu yang akan kita konsumsi.