Rabu, 15 Agustus 2012

Madu atau Racun

Madu / Honey - Bahaya Madu Bagi Kesehatan Manusia


Ingat lagu "Madu atau Racun " ? 
Siapapun yang membaca judul artikel ini tentu akan mengernyitkan dahi dan berpikir mana ada madu yang berbahaya bagi kesehatan manusia ? Omong kosong apa lagi ini ???
Ternyata, bahwa madu memang bermanfaat besar bagi kesehatan manusia, namun juga ada hal hal yang tidak kita ketahui yang berbahaya bagi kesehatan kita, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Ada apa gerangan dalam kandungan madu yang tidak kita ketahui, yang berbahaya bagi kesehatan manusia?

Pernah dengar tentang keracunan akibat racun dari bakteri Clostridium botulinum ? Yaitu suatu bakteri yang terbentuk dalam makanan kalengan yang telah melewati masa kadaluarsa atau expiration date nya, Tampak luar kemasan kaleng itu melembung karena didalamnya terisi gas yang dibentuk oleh bakteri Clostridium botulinum ini. Dan kalau kita tetap mengkonsumsi makanan dalam kaleng tersebut, maka kita akan keracunan hingga meningggal. Hal ini disebut botulism atau keracunan racun Clostridium botulinum.

Ternyata dalam madu alamiah yang belum diproses dengan baik, misalnya dengan penyinaran atau radiasi sinar gamma untuk mematikan bakteri dan spora bakteri berbahaya, antara lain spora dari bakteri Clostridium botulinum ini, maka kalau madu ini diberikan untuk bayi, karena sistim pencernaan bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa, maka bayi tersebut akan terkena gejalah keracunan botulism ini. namun bila ini diberikan untuk anak yang lebih besar atau orang dewasa, maka spora ni dapat  dimatikan oleh cairan asam lambung yang terbentuk sewaktu kita mencernakan makanan.

Untuk menghilangkan spora dan bakteri yang berbahaya, maka madu alamiah ini harus diproses terlebih dahulu, misalnya dengan penyinaran atau radiasi sinar gamma. radiasi ini tidak mempengaruhi efek antibakteri madu dan proses pembentukan H2O2 (hidrogen peroksida) yang berefek antibakteri dan efek antiseptik.
Kasus bayi keracunan botulism (infantile botulism) pernah dilaporkan di Inggris sebanyak 6 kasus antara tahun 1976 dan 2006, dan Amerika lebih banyak laporan tentang kejadian ini yaitu sekitar 1.9 per 100.000 bayi hidup.

Madu Racun dan tanda tanda keracunan


Dari mana asal racun tersebut ?
Ada beberapa jenis nektar bunga yang bersifat racun bagi manusia namun tidak berefek apapun untuk lebah. Bila kita mengkonsumsi madu racun ini, maka akan timbul gejalah rangsangan psikoaktif dan gejalah fisik lain seperti pusing, rasa lemah, keringat berlebihan, rasa mual, dan muntah. Yang lebih jarang terjadi, tekanan darah rendah, shock, gangguan irama jantung, dan kejang-kejang, dan beberapa kasus berat bisa hingga meninggal.

Bunga yang nektarnya dikenal berefek racun bagi manusia adalah :  

oleanders, rhododendrons, mountain laurels, sheep laurel dan azales, juga beberapa jenis bunga yang lain. 

 

Misalnya madu dari nektar bunga Andromeda yang mengandung grayanotoxin dapat menyebabkan kelumpuhan anggota gerak badan hingga kelumpuhan otot pernafasan dan otot sekat rongga dada atau diaphragma, orang tersebut tidak mampu bernafas dan meninggal. 

Juga pernah dilaporkan adanya madu yang mengandung candu yang ditemukan didaerah dimana banyak tanaman candu (narcotic opium honey), lebah mengumpulkan nektar bunga candu (poppy flower) dan membuat madu yang mengandung unsur narkotik !

Bunga yang berefek racun pada manusia ini banyak ditemukan di New Zealand, Amerika, Brasil, Meksiko, Hongaria 


Bunga rhododendron ponticum (Source: Wikipedia International)
 
Dalam sejarah kerajaan Romawi Kuno, pernah dicatat kasus keracunan masal madu beracun pada serdadu Romawi yang sedang berperang melawan Turky.  
Pada abad 1 Sebelum Masehi, serdadu Romawi dibawah pimpinan Pompey Yang Agung (Pompey The Great) pernah mengalami keracunan madu sewaktu mereka sedang menyerang kota Heptakometes di Turky, serdadu Romawi menjadi tidak sadar dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi madu beracun, dan pasukan Pompey Yang Agung dikalahkan dengan mudah oleh pasukan Turky berkat pertolongan madu beracun ini ! 

Madu ber alkohol 

Meskipun madu tidak dibuat dari nektar bunga beracun, namun madu masih difermentasikan oleh proses fermentasi alamiah oleh matahari dan menghasilkan ethanol yang juga berefek jelek bagi manusia.
Misalnya pernah dilaporkan oleh B.D Kettlewellh tahun 1945, yang melaporkan menemukan seekor burung yang tidak mampu lagi terbang secara normal karena telah minum madu yang telah mengalami proses fermentasi oleh sinar matahari di Pretoria, Transval , Afrika Selatan. 

Kesimpulan 

 

- Jangan takut atau cemas mengkonsumsi madu alamiah karena telah di proses sebelumnya untuk menghindari adanya kontaminasi mikro-organisme dan spora bakteri sepert Clostridium botulinum yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama untuk bayi dan anak anak yang masih berusia muda.

- Sterilsasi madu biasanya dilakukan dengan proses penyinaran atau radiasi dengan sinar gamma, yang mematikan spora Clostridium botulinum, namun tidak mempengaruhi efek anti bakteri dan efek antiseptik madu secara keseluruhan, sehingga madu yang telah mengalami proses radiasi sinar gamma tetap bisa digunakan untuk perawatan luka  bakar, luka diabetes dan tujuaan antiseptik lainnya

- Bila setelah mengkonsumsi madu, terutama madu yang kita beli dari sumber yang tidak kita ketahui dan timbul gejalah-gejalah seperti yang disebutkan diatas, segeralah mencari bantuan tenaga kesehatan atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan seperlunya.

- Sampai saat ini laporan kejadian keracunan akibat madu beracun masih sangat sedikit, hanya beberapa kasus di New Zealand dan lebih banyak di Amerika, ini karena mengkonsumsi madu asli alamiah yang belum dilakukan proses pemurnian atau sterilisasi sebelumnya.

- Madu adalah zat gizi sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia, namun madu bukan obat yang bisa mengobati segala macam penyakit dan gangguan kesehatan manusia, sehingga jangan sampai timbul yang disebut "Honey Abused", sehingga beranggapan bahwa semua penyakit dan gangguan kesehatan bisa diobati dengan madu !

- Madu adalah suplement makanan kesehatan namun bukan obat, madu bisa membantu dan mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan status kesehatan kita bagi yang menderita penyakit, dan untuk penyembuhan penyakitnya tetap kita harus mendapatkan pengobatan yang tepat dan benar dari pihak yang kompeten, misalnya tenaga kesehatan seperti dokter.

  









 
 
 

Rabu, 08 Agustus 2012

Bentuk Fisik dan Zat Kandungan Madu

Manfaat dan Rahasia Madu - Bentuk Fisik dan Komposisi Zat Kandungan Madu

Tampilan fisik madu yang satu dengan jenis yang lain berbeda, tergantung jenis bunga yang dipergunakan untuk membuat madu, temperatur, proporsi gula spesifik untuk jenis madu. Madu yang belum diolah adalah larutan jenuh yang mengandung gula lebih banyak daripada kemampuan air untuk melarutkan gula tersebut. Dalam suhu kamar, madu adalah larutan yang mengandung glukosa yang akan menjadi bentuk granule sehingga membentuk larutan yang kental

Titik cair Madu

Titik cair madu adalah antara 40 hingga 50°C (antara 104 - 122  °F) tergantung komposisi madu tersebut.Dibawah temperatur ini madu akan berbentuk larutan, proses pembentukan kristal tergantung perbandingan jumlah kandungan fruktosa dan glukosa dan kandungan dextrin. Dibawah 5 °C maka madu tidak akan terbentuk kristal, sehingga tekstur asli dan cita rasa madu akan dipertahankan seperti aslinya. Sehingga kita dianjurkan menyimpan madu pada suhu < 5 °C  ini yang bisa kita peroleh dalam lemari pendingin biasa.

 

Pengaruh Madu Terhadap Spektrum Cahaya  

Kemampuan madu mempengaruhi spektrum cahaya dipergunakn untuk menganalisa jenis dan mutu madu. Kandungan air yang berbeda-beda akan menghasilkan indeks refraksi yang berbeda, sehingga kandungan air dalam madu bisa dengan mudah diukur dengan alat refraktometer. Sehingga indeks refraksi madu akan berkisar antara 1.504 pada kelembaban udara 13% menuju ke 1.474 pada kelembaban udara 25%.
Madu juga mempeunyai efek polarisasi cahaya, gulla fruktosa akan memberikn rotasi negatif sedangkan glukosa akan memberikan hasil  rotasi yang positif. Sehingga keseluruhan hasil rotasi cahaya ini bisa dipakai untuk mengukur komposis kandungan gula fruktosa dan glukosa dari suatu larutan madu.

 

Kemampuan Hygroskopik Madu

Satu hal lagi yang tiidak kita ketahui adalah kemampuan madu menyerap air dari udara, seperti halnua garam yang memiliki kemampuan menyerap kandungan air dari udara, ini yang disebut kemampuan hygroskopis. Jumlah air yang diserap oleh larutan madu sangat tergantung dari kelembaban udara sekitarnya. Untuk menjaga mutu, maka madu harus disimpan dalam tempat yang tertutup rapat untuk mencegah efek hygroskopik dan peragian madu.

 

Efek Karamelisasi Madu

Seperti kandungan gula yang lain, bila dipanaskan madu akan mengalami efek karamelisasi karena frukosta, sedangkan warna coklat yang terbentuk karena kandungan protein melanoidins. 
Namun efek karamelisasi madu ini juga bisa terjadi pada suhu kamar, pada madu yang kita simpan ddalam suhu kamar, maka lama kelamaan akan tampak perubahan warna madu dari kuning keemasan menjadi berwarna lebih gelap akibat efek karamelisasi ini, sehingga warna madu yang kita simpan menjadi tidak menarik lagi. Untuk mencegah dan melambatkan efek karamelisasi, maka madu harus disimpan pada suhu rendah seperti dibawah 5 °C

Pengaruh Suhu Pada Saat Mencairkan Kristal Madu

Tidak seperti larutan lain, madu bukan penghantar panas yang baik, sehingga untuk 
melarutkan madu yang telah membentuk kristal diperlukan waktu yang lebih banyak, 
misalnya untuk mencairkan madu seberat 20 kg pada suhu 40°C diperlukan waktu 
hampir 24 jam, kalau untuk 50 kg kristal madu maka diperlukan waktu hampir dua kali 
lipatnya. Namun bila suhu dinaikkan menjadi  50 °C hanya diperlukan waktu separuhnya.
Hanya saja dengan suhu yng lebih tingggi akan banyak merusak kandungan zat dan 
nutrient dalam madu, sehingga selalu diuasahan pencairan madu yang mengkristal ini 
dengan suhu yang serendah mungkin dengan waktu pemanasan yang sesingkat mungkin.

 

Kandungan Asam Dalam Madu 

Madu mempunyai derajat keasaman /pH antara 3.4 hingga 6.1. Madu mengandung banyak 
jenis asam baik yang asam organik juga dari asam amino. Jumlah dan jenis asam ini 
berbeda tergantung dari jenis madunya. Sifat asam madu ini menghambat pertumbuhan bakteri.  
Jenis asam organik bisa berupa asam aromatik dan asam aliphatik (non aromatik), 
asam aliphatik bergabungandengan zat lain, misalnya asam glukonate, akan mempengaruhi 
cita rasa madu. Madu biasanya mengandung 18 hingga 20 jenis asam amino dalam jumlah 
yang sangat minimal sehingga hampir bisa diabaikan yaitu sekitar 0.05–0.1% dalam komosisi madu.Kandungan utama asam amino yaitu proline.

Madu juga mengandung0.17 - 1.17% asam organik, terutama terdiri dari asam glukonat yang
terjadi karena reaksi enzimatik glukosa, lalu dalam jumlah yang sedikit adalah asam formiat, asam asetat,asam butirat,asam sitrat, asam laktat,asam maleat,asam piroglutamat, asam propionat,asam valerat,asam kaprionat,asam palmitat, dan asam suksinat.

Semoga dengan bahasan singkat ini akan membberikan kepada kita pengertian dan pengetahuan
tentang madu, jenis madu dan kualitas madu yang akan kita konsumsi. 




 

Selasa, 24 Juli 2012

MADU - HONEY

Madu


Yakin semua orang mengenal dan tahu apa itu MADU dan juga mengenal rasanya yang manis dan beraroma wangi. Madu telah dikonsumsi dan dipergunakan semenjak zaman purbakala hingga sekarang.
Banyak catatan sejarah, temuan juga kitab yang menulis tentang madu seperti misalnya dalam Kitab Suci orang Kristen tertulis bahwa Nabi Johanes sebelum menampilkan diri kedepan umum, telah tinggal dan menyendiri lama dipadang gurun dan hidup hanya dari serangga dan MADU.
Madu juga dipergunakan untuk upacara agama dan upacara kematian, pernah ditemukan guci madu yang ditaroh dalam liang kuburan yang dipergunakan untuk bekal perjalanan ke alam baka bagi yang meninggal.  
Tidak heran bila madu pernah ditemukan dalam ekskavasi benda benda kuna dalam kuburan dan makam raja raja zaman dahulu di Mesir dan di China.
Rupanya madu saat itu telah menajdi konsumsi istana dan para bangsawan.

Pencari Madu Zaman Dahulu (Lukisan dinding gua Arana Caves yang berusia 8000 tahun di Spanyol)

Hanya dengan teknologi dan pengetahuan tentang pemeliharaan lebah dan proses pembuatan madu alamiah, maka saat ini semua orang bisa mengkonsumsi dan menikmati madu dan produk lain yang berkaitan dengan madu dan lebah atau tawon yang menghasilkan madu ini.

Madu adalah hasil fermentasi dari nektar bunga yang telah dikumpulkan oleh lebah pekerja dalam kantung madu yang terdapat dibagian perut lebah pekerja, didalam sarang lebah, nektar yang dikumpulkan dikeluarkan dari kantung madu untuk dikunyah berulang kali hingga cukup halus, ini dikerjakan bersama lebah pekerja lain, nektar yang telah dikunyah halus namun massih cukup tinggi kandungan airnya ditempatkan dalam sel disarang lebah dan dibiarkan terbuka agar supaya terjadi penguapan air yang terkandung dan terjadi fermentasi dan menjadi madu yang kita kenal dalam bentuk cairan yang agak kental dengan rasa manis dan beraroma harum, aroma harum yang sangat tergantung dari jenis nektar bunga yang telah dikumpulkan oleh lebah pekerja.

Dalam satu koloni lebah terdapat :
  • Seekor Ratu lebah 
  • Sejumlah labah jantan untuk mengawini sang ratu lebah dan ratu lebah yang baru
  • Sekitar 20.000 hingga 40.000 lebah betina pekerja untuk mengumpulkan nektar dan membuat madu 

Kandungan nutrisi

Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama mengandung fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral. Madu juga mengandung sejumlah kecil senyawa kimiawi yang dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin. Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.


Analisa madu secara umum:                                                 
  • Fruktosa : 38.2%
  • Glukosa : 31.3%
  • Maltosa : 7.1%
  • Sukrosa : 1.3%
  • Air : 17.2%
  • Gula paling tinggi: 1.5%
  • Abu (analisis kimia) :0.2%
  • Lain-lain: 3.2%
Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter. Atau sama dengan 36% lebih kental daripada air).
(Source: Wikipedia Indonesia, dated 20 July 2012) 

 Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz)  Madu  yang kita konsumsi:

Energi                            1,272 KJ (304 kcal)
Karbohidrat                       82.4 g
 - Gula                               82.12 g
 - Serat pangan                    0.2 g  
Lemak                                 0 g
Protein                                0.3 g
Air                                    17.10 g
Riboflavin (Vit. B2)             0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B3)                  0.121 mg (1%)
Pantothenic acid (Vit. B5)   0.068 mg (1%)
Vitamain B6                       0.024 mg (2%)
Folate (Vit. B9)                  2 mikrogram (1%)  
Vitamin C                           0.5 mg (1%)
Calcium                              6 mg (1%)
Iron                                    0.42 mg (3%)
Magnesium                         2 mg (1%)
Phosphorus                        4 mg (1%)
Potassium                         52 mg (1%)
Sodium                               4 mg (0%)
Zinc                                    0.22 mg (2%)

(shown is for 100 g, roughly 5 tbsp. Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa. Source: Sumberdata Nutrisi USDA)


Kandungan zat kimia dalam madu :

- Chrysin, adalah jenis flavanoid dari ekstrak bunga blue passion 'Passiflora Caerulea', juga terdapat dalam jumlah sedikit dalam sarang tawon dan bunga Trompet India 'Oroxylum indicum'

Zat ini dipropagandakan sebagai Penghambat Enzim Aromatese (Aromatase Inhibitor) yang dipergunakan untuk pembentukan otot binaragawan dan atlit. Namun dalam penelitian efek penghambat enzim aromatese ini tidak nyata. Untuk mendapatkan efek klinik, maka zat Chrysin ini dipergunakn secara lokal melalui kulit (Transdermal).  
Chrysin juga diduga dapat meningkatkan kadar testosteron dan menurunkan level estrogen 

Manfaat Chrysin dan jenis flavanoid lainnya adalah berefek anti inflamasi, juga perlindungan terhadap sel kanker dan terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.
Juga berefek mencegah anxiety/rasa cemas
Juga diduga sebagai zat peningkat libido

- Pinobanksin, didapatkan dalam madu yang dibuat dari bunga matahari.
Adalah jenis bioflavanoid antioksidant, yang berefek menghambat proses oksidasi lemak LDL 
Pinobanksin diperoleh dari pengolahan Pinocembrin


Manfaat Madu Dibidang Kedokteran 

Dalam sejarah, madu telah dipergunakan manusia untuk pengobatan bermacam penyakit, dari penyakit gangguan pencernaan lambung hingga gastritis atau tukak lambung, dari luka biasa hingga luka bakar, dipergunakan dengan cara memakannya hingga pemakaian topikal/lokal.
Namun baru sekarag ini efek antiseptik dan antibakterial madu bisa diterangkan secara kimiawi.

Madu yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda pula, dan hal initelah diketahui sejak zaman dahulu.
Banyak penelitian ilmiah telah dilakukan dalam hal pengobatan luka dan luka yang mengalami komplikasi infeksi. Efek antibakterial madu disebabkan oleh kandungan H202, methylglyoxal (MGO), bee defensin-1, juga efek osmotik dan pH madu itu sendiri.

Dalam kitab suci Ayurveda, sebuah buku kedokteran India berumur 4000 tahun yang lalu, madu mempunyai efek positif terhadap keseimbangan unsur tabuh, yaitu udara, cairan tubuh dan darah. Madu mempercepat proses penyembuhan.  

Dalam pengobatan modern, diketahui unsur terkandung dalam madu jenis tertentu bisa mengobati infeksi kuman MRSA, suatu jenis infeksi dengan kuman staphilococus aureus yang sangat bahaya dan resisten terhadap banyak jenis antibiotik.Penelitian di New Zealand mengungkapkan hal ini. 


Sebagai bahan antibakterial untuk pengobatan berbagai jenis penyakit:

Efek antibakterial dari madu berasal dari kandungan air yang rendah dan menyebabkan daya osmosis, khelasi unsur besi, dan pelepasan lambat dari hidoren peroksida (H202), sifat keasaman yang tnggi, dan efek antibakterial dari unsur methylglyoxal.
Madu juga efektif dalam memusnahkan biofilm, zat dari kuman yang bersifat resisten terhadap obat, yang menyebabkan terjadinya rhino-sinusitis pada manusia.

Effek Osmosis Madu
Madu mempunyai efek osmosis. Madu adalah campuran jenuh antara dua mono-sakharida dengan sejumlah kecil air, dan sebagian besar melekul air ini terikat dengan gula mono-sakharida ini, sehingga hanya sebagian kecil air yang masih tersedia, ini menjadi hambatan untuk berkembang-biaknya mikro-organisme atau bakteri dalam medium madu, sehingga terjadi efek antimikrobial madu.

Hidrogen Peroksida 


Hidrogen peroksida terbentuk dari enzim Glukosa Oksidase yang terdapat dalam madu.  Enzim ini menjadi aktif waktu madu dilarutkan, karena proses ini memerlukan oksigen udara, dengan kata lain dalam perawatan luka, madu baru efektif bila dioleskan dipermukaan luka dan mendapat oksigen udara, dan proses pelepasan hidroksi peroksida ini mulai saat madu bersentuhan dengan cairan luka.


C6H12O6 + H2O + O2C6H12O7 + H2O2 (rumus reaksi oksidasi glukosa menjadi hidogen peroksida)

Reaksi ini terjadi pada madu yang dipakai di permukaan luka, hidrogen peroksida yang terbentuk akan bertindak sebagai antiseptik luka dan mematikan bakteri dan kuman penyebab infeksi luka.

Untuk luka akibat penyakit Diabetes Mellitus  
Pemakaian madu secara topikal /setempat/lokal, telah berhasil dalam pengobatan luka akibat penyakit diabetes mellitus dimana pasiennya tidak cocok menggunakan antibiotik topikal/setempat/lokal

Keasaman Madu:
Keasaman atau pH madu umumnya antara 3.2 hinggga 4.5.
Keasaman relatif ini mencegah pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan kuman.

Methylglyoxal
Efek antibiotik madu disebabkan zat methylglyoxal (MGO) dan bee defensin-1.
Hampir semua jenis madu mengandung zat MGO ini meski dalam jumlah rendah, tapi jenis madu Manuka mengandung MGO ini sangat banyak

Efek Nutraceutical 
Juga diketahui bahwa efek anti-oksidant madu dapat mengurangi kerusakan pada dinding usus dari penyakit colitis/penyakit infeksi usus besar, hal ini dibuktikan dengan memberikan enema kadalam usus besar tikus percobaan. Hal ini juga di praktekan untuk manusia dalam beberapa pengobatan tradisionil.  

Untuk Sakit Tenggorokan dan Batuk
Madu telah dipergunakan sejak lama untuk pengobatan sakit tenggorokan dan batuk, menurut penelitian terakhir, diketahui bahwa madu adalah zat pereda batuk yang sangat efektif.  

Manfaat Madu yang Lain Dalam Dunia Kedokteran  
Beberapa penelitian dalam perawatan luka (wound healing), membuktikan pemakaian madu secara topikal/lokal dapat mengurangi bau, pembengkakan dan terbentuknya jaringan parut, dan dapat mencegah perlekatan kasa pembalut ke luka, yang akan menyebabkan terbentuknya nanah dan infeksi, juga sangat sakit ketika akan dilepaskan untuk mengganti pembalut luka tersebut.    

Madu juga sangat efektif dalam pengoabatan konjungtivitis (radang selaput lendir mata atau belekan mata)

Madu yang telah di-pasteurisasi (suci hama dengan proses pemanasan hingga 70 derajat Celcius) dan jenis madu lainnya, juga efektif untuk pengobatan alergi dan rhino-sinusitis  

Untuk penyembuhan luka bakar derajat sedang, dalam 19 buah penelitian yang meliputi 2,554 penderita luka bakar derajat sedang, pemakaian madu secara topikal/lokal, mempersingkat masa penyembuhan luka bakar 4 hari lebih cepat daripada cara pengobatan luka bakar secara tradisionil.