Madu
Yakin semua orang mengenal dan tahu apa itu MADU dan juga mengenal rasanya yang manis dan beraroma wangi. Madu telah dikonsumsi dan dipergunakan semenjak zaman purbakala hingga sekarang.
Banyak catatan sejarah, temuan juga kitab yang menulis tentang madu seperti misalnya dalam Kitab Suci orang Kristen tertulis bahwa Nabi Johanes sebelum menampilkan diri kedepan umum, telah tinggal dan menyendiri lama dipadang gurun dan hidup hanya dari serangga dan MADU.
Madu juga dipergunakan untuk upacara agama dan upacara kematian, pernah ditemukan guci madu yang ditaroh dalam liang kuburan yang dipergunakan untuk bekal perjalanan ke alam baka bagi yang meninggal.
Tidak heran bila madu pernah ditemukan dalam ekskavasi benda benda kuna dalam kuburan dan makam raja raja zaman dahulu di Mesir dan di China.
Rupanya madu saat itu telah menajdi konsumsi istana dan para bangsawan.
![]() | |||
| Pencari Madu Zaman Dahulu | (Lukisan dinding gua Arana Caves yang berusia 8000 tahun di Spanyol) |
Hanya dengan teknologi dan pengetahuan tentang pemeliharaan lebah dan proses pembuatan madu alamiah, maka saat ini semua orang bisa mengkonsumsi dan menikmati madu dan produk lain yang berkaitan dengan madu dan lebah atau tawon yang menghasilkan madu ini.
Madu adalah hasil fermentasi dari nektar bunga yang telah dikumpulkan oleh lebah pekerja dalam kantung madu yang terdapat dibagian perut lebah pekerja, didalam sarang lebah, nektar yang dikumpulkan dikeluarkan dari kantung madu untuk dikunyah berulang kali hingga cukup halus, ini dikerjakan bersama lebah pekerja lain, nektar yang telah dikunyah halus namun massih cukup tinggi kandungan airnya ditempatkan dalam sel disarang lebah dan dibiarkan terbuka agar supaya terjadi penguapan air yang terkandung dan terjadi fermentasi dan menjadi madu yang kita kenal dalam bentuk cairan yang agak kental dengan rasa manis dan beraroma harum, aroma harum yang sangat tergantung dari jenis nektar bunga yang telah dikumpulkan oleh lebah pekerja.
Dalam satu koloni lebah terdapat :
- Seekor Ratu lebah
- Sejumlah labah jantan untuk mengawini sang ratu lebah dan ratu lebah yang baru
- Sekitar 20.000 hingga 40.000 lebah betina pekerja untuk mengumpulkan nektar dan membuat madu
Kandungan nutrisi
Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama mengandung fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral. Madu juga mengandung sejumlah kecil senyawa kimiawi yang dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin. Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.Analisa madu secara umum:
- Fruktosa : 38.2%
- Glukosa : 31.3%
- Maltosa : 7.1%
- Sukrosa : 1.3%
- Air : 17.2%
- Gula paling tinggi: 1.5%
- Abu (analisis kimia) :0.2%
- Lain-lain: 3.2%
(Source: Wikipedia Indonesia, dated 20 July 2012)
Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz) Madu yang kita konsumsi:
Energi 1,272 KJ (304 kcal)
Karbohidrat 82.4 g
- Gula 82.12 g
- Serat pangan 0.2 g
Lemak 0 g
Protein 0.3 g
Air 17.10 g
Riboflavin (Vit. B2) 0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B3) 0.121 mg (1%)
Pantothenic acid (Vit. B5) 0.068 mg (1%)
Vitamain B6 0.024 mg (2%)
Folate (Vit. B9) 2 mikrogram (1%)
Vitamin C 0.5 mg (1%)
Calcium 6 mg (1%)
Iron 0.42 mg (3%)
Magnesium 2 mg (1%)
Phosphorus 4 mg (1%)
Potassium 52 mg (1%)
Sodium 4 mg (0%)
Zinc 0.22 mg (2%)
(shown is for 100 g, roughly 5 tbsp. Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa. Source: Sumberdata Nutrisi USDA)
Kandungan zat kimia dalam madu :
- Chrysin, adalah jenis flavanoid dari ekstrak bunga blue passion 'Passiflora Caerulea', juga terdapat dalam jumlah sedikit dalam sarang tawon dan bunga Trompet India 'Oroxylum indicum'
Zat ini dipropagandakan sebagai Penghambat Enzim Aromatese (Aromatase Inhibitor) yang dipergunakan untuk pembentukan otot binaragawan dan atlit. Namun dalam penelitian efek penghambat enzim aromatese ini tidak nyata. Untuk mendapatkan efek klinik, maka zat Chrysin ini dipergunakn secara lokal melalui kulit (Transdermal).
Chrysin juga diduga dapat meningkatkan kadar testosteron dan menurunkan level estrogen
Manfaat Chrysin dan jenis flavanoid lainnya adalah berefek anti inflamasi, juga perlindungan terhadap sel kanker dan terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.
Juga berefek mencegah anxiety/rasa cemas
Juga diduga sebagai zat peningkat libido
- Pinobanksin, didapatkan dalam madu yang dibuat dari bunga matahari.
Adalah jenis bioflavanoid antioksidant, yang berefek menghambat proses oksidasi lemak LDL
Pinobanksin diperoleh dari pengolahan Pinocembrin
Manfaat Madu Dibidang Kedokteran
Dalam sejarah, madu telah dipergunakan manusia untuk pengobatan bermacam penyakit, dari penyakit gangguan pencernaan lambung hingga gastritis atau tukak lambung, dari luka biasa hingga luka bakar, dipergunakan dengan cara memakannya hingga pemakaian topikal/lokal.Namun baru sekarag ini efek antiseptik dan antibakterial madu bisa diterangkan secara kimiawi.
Madu yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda pula, dan hal initelah diketahui sejak zaman dahulu.
Banyak penelitian ilmiah telah dilakukan dalam hal pengobatan luka dan luka yang mengalami komplikasi infeksi. Efek antibakterial madu disebabkan oleh kandungan H202, methylglyoxal (MGO), bee defensin-1, juga efek osmotik dan pH madu itu sendiri.
Dalam kitab suci Ayurveda, sebuah buku kedokteran India berumur 4000 tahun yang lalu, madu mempunyai efek positif terhadap keseimbangan unsur tabuh, yaitu udara, cairan tubuh dan darah. Madu mempercepat proses penyembuhan.
Dalam pengobatan modern, diketahui unsur terkandung dalam madu jenis tertentu bisa mengobati infeksi kuman MRSA, suatu jenis infeksi dengan kuman staphilococus aureus yang sangat bahaya dan resisten terhadap banyak jenis antibiotik.Penelitian di New Zealand mengungkapkan hal ini.
Sebagai bahan antibakterial untuk pengobatan berbagai jenis penyakit:
Efek antibakterial dari madu berasal dari kandungan air yang rendah dan menyebabkan daya osmosis, khelasi unsur besi, dan pelepasan lambat dari hidoren peroksida (H202), sifat keasaman yang tnggi, dan efek antibakterial dari unsur methylglyoxal.
Madu juga efektif dalam memusnahkan biofilm, zat dari kuman yang bersifat resisten terhadap obat, yang menyebabkan terjadinya rhino-sinusitis pada manusia.
Effek Osmosis Madu
Madu mempunyai efek osmosis. Madu adalah campuran jenuh antara dua mono-sakharida dengan sejumlah kecil air, dan sebagian besar melekul air ini terikat dengan gula mono-sakharida ini, sehingga hanya sebagian kecil air yang masih tersedia, ini menjadi hambatan untuk berkembang-biaknya mikro-organisme atau bakteri dalam medium madu, sehingga terjadi efek antimikrobial madu.
Hidrogen Peroksida
Hidrogen peroksida terbentuk dari enzim Glukosa Oksidase yang terdapat dalam madu. Enzim ini menjadi aktif waktu madu dilarutkan, karena proses ini memerlukan oksigen udara, dengan kata lain dalam perawatan luka, madu baru efektif bila dioleskan dipermukaan luka dan mendapat oksigen udara, dan proses pelepasan hidroksi peroksida ini mulai saat madu bersentuhan dengan cairan luka.
C6H12O6 + H2O + O2 → C6H12O7 + H2O2 (rumus reaksi oksidasi glukosa menjadi hidogen peroksida)
Reaksi ini terjadi pada madu yang dipakai di permukaan luka, hidrogen peroksida yang terbentuk akan bertindak sebagai antiseptik luka dan mematikan bakteri dan kuman penyebab infeksi luka.
Untuk luka akibat penyakit Diabetes Mellitus
Pemakaian madu secara topikal /setempat/lokal, telah berhasil dalam pengobatan luka akibat penyakit diabetes mellitus dimana pasiennya tidak cocok menggunakan antibiotik topikal/setempat/lokal
Keasaman Madu:
Keasaman atau pH madu umumnya antara 3.2 hinggga 4.5.
Keasaman relatif ini mencegah pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan kuman.
Methylglyoxal
Efek antibiotik madu disebabkan zat methylglyoxal (MGO) dan bee defensin-1.
Hampir semua jenis madu mengandung zat MGO ini meski dalam jumlah rendah, tapi jenis madu Manuka mengandung MGO ini sangat banyak
Efek Nutraceutical
Juga diketahui bahwa efek anti-oksidant madu dapat mengurangi kerusakan pada dinding usus dari penyakit colitis/penyakit infeksi usus besar, hal ini dibuktikan dengan memberikan enema kadalam usus besar tikus percobaan. Hal ini juga di praktekan untuk manusia dalam beberapa pengobatan tradisionil.
Untuk Sakit Tenggorokan dan Batuk
Madu telah dipergunakan sejak lama untuk pengobatan sakit tenggorokan dan batuk, menurut penelitian terakhir, diketahui bahwa madu adalah zat pereda batuk yang sangat efektif.
Manfaat Madu yang Lain Dalam Dunia Kedokteran
Beberapa penelitian dalam perawatan luka (wound healing), membuktikan pemakaian madu secara topikal/lokal dapat mengurangi bau, pembengkakan dan terbentuknya jaringan parut, dan dapat mencegah perlekatan kasa pembalut ke luka, yang akan menyebabkan terbentuknya nanah dan infeksi, juga sangat sakit ketika akan dilepaskan untuk mengganti pembalut luka tersebut.
Madu juga sangat efektif dalam pengoabatan konjungtivitis (radang selaput lendir mata atau belekan mata)
Madu yang telah di-pasteurisasi (suci hama dengan proses pemanasan hingga 70 derajat Celcius) dan jenis madu lainnya, juga efektif untuk pengobatan alergi dan rhino-sinusitis
Untuk penyembuhan luka bakar derajat sedang, dalam 19 buah penelitian yang meliputi 2,554 penderita luka bakar derajat sedang, pemakaian madu secara topikal/lokal, mempersingkat masa penyembuhan luka bakar 4 hari lebih cepat daripada cara pengobatan luka bakar secara tradisionil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar